“PPP soal TKA China di Sultra: WNI Di-PHK, Orang Asing Malah Diberi Karpet Merah”
Koordinatberita.com| NASIONAL~ Rencana kedatangan 500 TKA asal China ke Sulawesi Tenggara (Sultra) disetujui oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di tengah wabah virus corona. Meskipun Gubernur Sultra, Ali Mazi, secara tegas menolak rencana tersebut.
Wasekjen PPP Achmad Baidowi menyayangkan apabila kedatangan 500 WNA China itu benar terjadi. Sebab, kata dia, kedatangan WNA di tengah pandemi dapat melukai masyarakat.
"Terkait dengan info (kalau itu benar) adanya 500 TKA asal China akan masuk ke Sultra jelas tidak bisa dicerna oleh nalar dan melukai perasaan publik," kata pria yang disapa Awiek itu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/4).
Sebab, kata dia, pemerintah membuat kebijakan PSBB hingga larangan mudik untuk membatasi mobilitas masyarakat. Namun dalam peristiwa ini, pemerintah justru memberikan kemudahan bagi WNA masuk ke Indonesia.

Politisi PPP, Achmad Baidowi, pada saat mengisi acara diskusi dengan tema 'Potensi Golput di Pemilu 2019' di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (18/2). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
"Di satu sisi pemerintah menerapkan larangan mudik dan juga menerapkan PSBB di sejumlah daerah. Bahkan yang nekat mudik pun harus putar balik," tutur dia.
Sekretaris Fraksi PPP DPR RI itu juga menuturkan, kehadiran TKA China menunjukkan pemerintah tak memperdulikan kondisi masyarakat yang terkena PHK akibat wabah virus corona. Seharusnya, pemerintah mengutamakan WNI yang kesulitan mendapatkan pekerjaan bukan malah memberi perhatian lebih kepada tenaga kerja asing.
Tenaga kerja asing (TKA) beraktivitas di salah satu perusahaan pertambangan di Konawe, Sulawesi Tenggara (15/12). Foto: ANTARA FOTO/Jojon
"Para tenaga kerja lokal banyak yang di PHK dan pelaku usaha justru tutup tidak produksi. Namun ini justru orang asing terkesan diberi karpet merah," ucap dia.
"Jangan semuanya diukur oleh ekonomi, yang terpenting saat ini adalah penanganan COVID-19 dengan berbagai skema agar segera tuntas. Sehingga nanti setelah COVID mereda baru kita lakukan pemulihan pembangunan ekonomi," pungkas Awiek.@Koordinaberita.com.
Sumber: kumparan
Commenti